Tuesday, April 9, 2013

Selamat Pagi Informatika




Apa yang di lakukan? Tiap hari hanya nongkrong di depan Notebook, menghayal dengan beberapa browser dan compiler yang gak jelas.

Apa yang di hasilkan? Cape, bingung dan kadang pesimis. Optimis? Terkadang ketika menemukan hal yang membuat diriku tercengang karena usaha yang menghasilkan karya.

Yah ini lah aku, seorang mahasiswa Teknik Informatika yang belum jelas akan seperti apa nanti. Melihat beberapa teman-teman yang kuliah di prodi yang berbeda dan di universitas berbeda. Pernah sedikit terbenak di fikiran ini, “menyesal telah masuk jurusan yang aneh, kenapa gak masuk ke FKIP (fakultas keguruan dan ilmu pendidikan)” jelas akan menjadi apa nanti. Kenapa tidak masuk Farmasi? Kenapa tidak masuk Kedokteran? Kenapa tidak masuk Ekonomi? Kenapa, kenapa, kenapa dan kenapa. Yah mungkin penyesalah tidak ada akhir nya dalam hidup manusia.

Dulu sebelum masuk jurusan ini, yang selalu tersirat di benak fikiran adalah “Setelah lulus pasti jadi programmer dan mudah sekali mendapat pekerjaan”. Benak dan hayalan itu BOHONG. Kenyataanya tidak seperti itu. Hanya 2 piliahan yang harus jadikan acuan selama kuliah, menjadi orang yang kreatif atau menjadi budak para petinggi perusahaan. Yah mungkin di luar Indonesia sana, Informatika adalah gerbang masa depan yang sangat menjanjikan. Akan seperti apa nanti dan akan bagai manan nanti. Semuanya sudah terancang jelas.

Mungkin Indoneisa hanya sebagai negara pengikut zaman, mangkannya banyak mahasiswa yang terjebak oleh gengsi yang seharus nya gak ada dalam benak para pemuda bangsa ini. Seteha 3 tahun kuliah, kenapa harus menyesal. Toh udah 3 tahun penyesalan itu, sudah kadaluarsa dan mungkin seharus nya buang jauh-jauh rasa penyesalan itu.
3 tahun kuliah hanya mendapat kan beberapa ilmu, tidak beberapa mungkin hanya sebagian. Tidak, mungkin hanya sekedar tau. Yang jelas dari puluhan SKS yang telah di temui, hanya 10 SKS yang bisa di terima, apa mungkin kurang?
Gak perlu menyalahkan institusi, atau universitas  yang sedang anda pijak sekarang. Salahkan diri sendiri mungkin lebih baik. Meraka tidak ada yang salah, tapi cara berfikir kita yang salah. Tolol mahasiswa para pendemo, mereka hanya mengunkapkan kesalahan para petinggi negeri ini, tapi merekan berusaha menutupi kesalahan mereka sebagai generasi muda negeri ini.

Hidup memang pilihan, mau menjadi orang penerima atau pemberi. Hanya itu pilihannya. Gak ada lagi, bukan menjadi orang bahagia atau orang yang tidak bahagia. Mudah bukan untuk mendifinisikan harus memberi atau harus menerima? Yah, tergantu cara berfikir masing-masing. Terkadang kita tidak pernah membanyangkan kesulitan dan gemuruh hati orang tua, ketika kita memberikan notifikasi yang membuat berat hati orang tua, “Mah, uang habis. Bisa minta dikirim lagi gak?”, “pah pengen beli handphone baru”.. banyak, dan sangat aneh.

Butuh ketika kita sususah, lupa ketika ketika senang. Hahaha, sangat jelas terlihat. Kita tidak akan mengingat gundah nya orang tua kepada kita ketika kita senang, mejeng di mall, makan di kafe, diner di restoran, yah itu nasib atau kebiasaan mahasiswa di perkotaan?. Berfikir untuk hari ini, tidak berfikir kemaren atau berfikir besok. Busuk, dan gila.

Gaya pacaran yang terlihat erotis membuat mahasiswa perkotaan semakin dinging atau gerah? Entahlah. Bahkan jarang sekali aku mengenal dan berganti-ganti pacar seperti meraka. Memberikan janji, atau hanya ide? Membut para wanita itu terbuai, terbang, dan di hanyutkan oleh alunan puitis dan gombalan pria-pria malang. Andai wanita-wanita baik itu mau menerima ku, gak ada lagi ide – ide busuk yang akan mereka terima. Setidak nya aku akan menunjukan kejujuran dunia yang aneh ini seperti apa. Yahhh... hanya bisa berhayal.

Itu hanya kilasan, yang membuat hayalan ini menjadi tingkat dewa. Terkesan rapih dan klimis. Informatika, matematika, fisika, kimia. Semua huruf akhir nya sama, dan isinya pun hampir sama. Kembali peduli dengan Jurusan Teknik Informatika. Karya apa yang akan dibuat nanti? Apa hanya sebagai penonton dan pembaca saja? Apa akan menjadi seorang publik figur seperti Roy Suryo, atau Abi Manyu? Atau akan mendirikan perusahaan IT di negeri ini? Apa akan menjadi budak Bill Gates? Apa akan menjadi pengikut sir Larry Page? Apa akan menjadi pasukan Larry Ellison? Atau menjadi orang Indoneisa seperti pak Ono W Purbo?

Cukup, TIDAK ADA PENYESALAN LAGI DENGAN INFORMATIKA..!!!!!

Install dalam benak ku sekarang, raga ini telah lahir, udara ini tidak bisa aku tolak untuk aku hirup, dunia ini tidak bisa aku hindari untuk berpijak. Sekarang, mimpi itu sudah bangun dari dasar alam bawah sadar. Dan aku ucapkan terima kasih karena nasib ini telah mengenalkan aku kepada dunia INFORMATIKA, dunia para sastrawan mesin. Karenanya, aku mengenal orang-orang hebat karenanya aku di kenalkan dengan logika, karenanya aku di kenalkan dengan insting, karenanya aku dikenalkan dengan kesabaran, karenanya aku di kenalkan usaha dan kerja keras. Masih menyesal? 90% tidak dan 10% iya.

Penyesalan itu masih menari-nari indah di kepala ini, penari tanggo, dengan gaya menghentakan kaki nya. Dan seketika dapat menghilangkan 90% itu.

Karena Informatika, aku bisa bertemu, berkenalan dan belajar Drupal dengan Sven Berg Ryen Owner Maxus Media and Software Pte. Ltd seorang teknopreneur muda asal Norwegia. Dia bisa mendirikan perusahaan di negara tetangga. Kenapa aku tidak? Karena dia bersuaha kurang lebih selama 10 tahun dalam meniti karirnya. Dia hanya menguasai beberapa bahasa pemrograman, PHP dan JAVA. Tidak lebih. Tapi dia memiliki pegawai yang lebih dari dia. Di perkanal dengan Hadi Permana seorang web programmer, seorang siswa yang menurutnya Ijazah itu tidak perlu. Bukan pengakuan tapi keahlian, bukan tenaga kerja tapi tenaga ahli, dia bisa membuktika tanpa Ijazah dia bisa bekerja, dengan keahlian dia bisa mematahkan bahwa titel Sarjana Itu nihil. Di diperkenalkan dengan seorang figure ayah yang hebat. Dr. Eman Suherman, seorang penulis buku Enterpreneur. Memiliki kepribadian yang santun, ramah dan selalu menghargai, walaupun dia tau umur nya lebih tuda dari ku. Yang selau teringat adalah namanya “EMAN (Energik, Modern, Antisipatif, Natural)” kata dia para pemuda Indonesia ini harus memiliki sifat “EMAN”. Hebat bukan? Motivasi bukan? hmmmmm
aku baru tahu untuk menjadi seorang IT, kuncinya harus mengacu pada metode IDEA -> BUILD -> BETA -> FEEDBACK -> LAUNCH -> ADVICE -> MARKETING. Yang di dapat dari situs ternama yang berisi orang-orang kreatif di bidang IT.

Menjadi orang penerima, atau pemberi. Terus berkaraya kawan, dan yakin lah kalau CITA-CITA, IMPIAN, dan HARAPAN itu NYATA ADANYA. Asalkan mau berdo’a, ber ikhtian dan bertawakal. Dan satu hal, Jangan pernah jadi orang pengecut dalam menghadapi hidup dan tetaplah menjadi orang yang jujur.

Terima kasih Informatika, maaf kalau ada kata-kata yang tidak bekenan di hati pembaca. Hanya cerita anak TK yang sedang galau. #eeeaaaaahhh...haaha