Wednesday, May 8, 2013

2 Orang Dosen sebagai perantara do'a Ibu





hai sahabat, aku ingin sedikit bercerita...
sangat ingin mengucapkan banyak terimakasih sebenarnya kepada dua orang dosen di jurusan ku. Aku juga sangat-sangat berterima kasih kepada ibu yang tidak pernah putus dengan doanya di setiap waktu.

sekarang aku menginjak semester 8, harapannya semoga angka 8 adalah akhir dari perjalananku selama kuliah. seneng juga kuliah tanpa hambatan, walaupun aku bukan orang yang berprestasi dibidang akademik.hehe

IP? IPK? JUARA? TERKENAL? kata itu biasa saja.. gak ada yang istimewa, BEASISWA? itu juga baisa saja. Yah.. inilah aku, seorang mahasiswa yang tidak pernang mengejar semua hal itu, walaupun hati kecil ingin mendapatkan semunya. bagiku, BERBAGI adalah hal yang terbaik di duni ini.

Perjuangan semester akhir strata satu adalah sebuah penelitian dan karya tulis yang original, yang murni di buat oleh ilmu dan pengalaman yang kita dapat selama kuliah. Gak sedikit mahasiswa yang gagal di proses ini..

Perjuangan sebuah karya tulis berawal dari pengajuan proposal penelitian, di sidangkan untuk mendapatkan persetujuan lalu mendapatkan SK untuk melakukan penelitian, melangsungkan penelitian, dan berakhir dengan sidang tugas akhir. hmmmmm panjang juga ya proses nya..

sebenarnya prosesnya tidak panjang hanya beberapa bulan, tapi usaha yang kita keluarkan 100x lipat yang harus kita berikan. sama halnya ketika kita Ujian Nasional di masa SD, SMP dan SMA. kita harus mati-matian berusaha belajar untuk mendapatkan yang terbaik..

Pengajuan proposal, aku sempat benci dan kesal dengan kata PROPOSAL PENELITIAN, karena proses pengajuan pertama aku sempat di tolak dan berakhir kecewa. oh iya, jurusanku hanya ada kesempatan 2 kali pengajuan proposal dalam satu semester, jadi kalau waktu pengajuan kita gagal dua-duanya, ya mau tidak mau kita harus menunggu semester berikutnya....

Kecewa? yahh pasti kecewa, impian untuk lulus terhambat karena proposal penelitian kita ditolak.. tapi kecewa bukan sebagai pengingat, tapi kecewa sebagai patokan untuk Action.. yahh action..

pengajuan proposal pertamaku gagal. KECEWA.
seperti yang aku katakan kawan, kalau KECEWA itu sebagai patokan sebagai ACTION.. kegagalan pertama pengajuan proposal penelitian ku karena isi penelitiannya masih di level operasional kata dosen penguji. yah, aku gak bisa menyalahkan dosen penguji, memang usaha aku kurang keras saja mungkin..^_^

pengajuan kedua! ini adalah kesempatan yang sangat berharga.. menentukan nasib semester akhir di semester 8. Proposal pertama dosen pengujiku katanya temen-temen sih killer, tapi menurut ku.. itu adalah cara terbaik masing-masing dosen untuk membuat mahasiswa lebih aktif dalam menggali potensi diri sendiri, gak ada dosen yang killer di dunia ini,.. hanya pandangan mahasiswa saja yang terlalu manja. mangkannya mereka sebut dosen tersebut killer..

Dengan segala do'a, aku berharap untuk sidang proposal ke du ini, akan mendapatkan dosen penguji yang tepat, dan Alhamdulillah aku di hadapkan dengan dosen penguji yang bagiku adalah orang-orang yang di menerima titipan doa ibu ku dari Alloh SWT. Dengan senyum dan keramahan mereka, aku di loloskan dengan status Diterima Diperbaiki. dalam artian, proposal aku diterima tapi harus ada pebaikan. Syukur yang tak pernah henti aku ucapkan setelah selesai sidang proposal.

inilah keberuntungan, inilah keajaiban, iniah karunia Alloh SWT. Maha suci Alloh dengan segala karunia dan rahmatnya..

entah kenapa, doa seorang ibu berangsung sangat lama, pada saat penentuan dosen pembimbing pun aku dipertemukan dengan salah satu dari dosen penguji. sangat berunng..

selama di bimbing oleh beliau.. aku gak ada masalah, karena dosen pembing yang super baik.. selalu mengarahkan ketika melakukan bimbingan tugas akhir. dan semoga beliau menjadi orang yang membantuku sampau tugas akhir ini selesai. amin....

tepat hari ini, 8 Mei 2013, keajaiban itu kembali diberikan oleh Alloh SWT. hari ini aku melakukan kesalahan, aku telat datang... karena terkena macet gara-gara salah satu universitas di jalan dipati ukur sedang diadakan acara wisuda. yah... yang di sayangkan hari ini tidak mendapatkan apa-apa. harus nya aku datang pukul 13.00, karena macet, aku telt 20 menit, 15 menit aku menunggu di depan pintu ruang dosen, tepat 13.35 aku dipanggil oleh salah seorang dosen penguji ada saat sidang proposal kedua, dan ini yang tidak pernah ada di benak fikiran ku sekalipun.. aku mempunyai urusan dengan beliau terkait dengan pembayaran untuk ujian kompetensi yang merupakan salah satu syarat untuk melakukan sidang nanti. beliau memanggil ku untuk masuk kedalam, kami melakukan perbincangan terkait pembayaran untuk ujian kompetensi tersebut. untuk masalah pembayaran, aku hanya baru membayar separo dari total pembayaran, hanya 25%. dan beliau membisikan

"Sep, bayaran asep ibu anggap lunas.. biar ibu yang ganti uang asep... asep tidak usah memikirkan masalah ini, asep bisa bayar kapan aja kalau asep sudah punya uangnya. jangan bilang-bilang ke yang lain yah. asep fokus dengan skripsi nya, ibu do'a kan semoga cepat selesai".. 

Subhanalloh, mata ini, hati ini bergetar,.. mulut ini hampir tidak bisa berkata apapun.. hanya bisa mendo'akan agar beliau diperlakukan sama seperti beliau memperlakukan orang lain dengan kebaikannya.. itulah kenapa aku sangat suka dengan kata BERBAGI.. aku juga tidak tahu kenapa ibu bisa melakukan kebaikan itu kepada ku.. Subhanalloh...

pelajaran yang bisa diambil dari beliau, tidak ada batasan untuk melakukan kebaikan, tidak ada batasan untuk berbagi.. berikan selagi kita bisa, lakukan selagi kita mampu..

Terima kasih ya Alloh, terimakasih Ibu, terimakasih ibu dosen..
malaikan pasti mencatat setiap kebaikan kita.. amin.. ^_^

=================================================